Kebakaran Wang Fuk Court Hong Kong: Tragedi 94 Korban Jiwa, Bos Konstruksi Ditangkap karena Kelalaian Maut
mediastara.com | Internasional

Jakarta, Mediastara News — Tragedi kebakaran hebat di kompleks apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, yang berlangsung lebih dari satu hari penuh, kini berujung pada penangkapan cepat.
Polisi Hong Kong telah menahan tiga pimpinan dari perusahaan konstruksi yang bertanggung jawab atas renovasi bangunan, Rabu (26/11/2025).
Musibah yang melanda dua blok hunian bertingkat tinggi di delapan menara Wang Fuk Court ini menewaskan sedikitnya 94 orang dan menjadikan insiden ini sebagai kebakaran paling mematikan di Hong Kong sejak tahun 1948. Pemandangan duka mendalam terlihat jelas, di tengah laporan 279 orang lainnya masih hilang.
Pemadaman Butuh Lebih dari 24 Jam, Api Melalap Perancah Bambu
Kebakaran kompleks Wang Fuk Court baru sebagian besar dapat dikendalikan pada Jumat dini hari setelah berlangsung lebih dari 24 jam. Api menyebar dengan cepat karena kompleks tersebut tengah menjalani renovasi dan dibungkus oleh perancah bambu serta jaring hijau. Material inilah yang diduga menjadi jalur cepat penyebaran api yang tak terkendali.
Wakil Direktur Dinas Pemadam Kebakaran, Derek Armstrong Chan, mengatakan sebagian besar korban ditemukan di dua blok yang paling parah terbakar. Regu penyelamat menghadapi tantangan berat berupa panas ekstrem, asap tebal, serta runtuhan perancah dan puing saat berupaya mencapai lantai atas.
“Kami memperkirakan api dapat sepenuhnya dipadamkan malam ini,” ujar Chan, dilansir Reuters. “Kami akan terus menyemprotkan air untuk menurunkan suhu [gedung yang terbakar].”
Penangkapan Pimpinan Konstruksi: Dugaan Pembunuhan Tidak Berencana
Setelah upaya pemadaman, fokus beralih ke jalur hukum. Polisi Hong Kong mengamankan dua direktur dan seorang konsultan teknik dari Prestige Construction, perusahaan yang ditugasi melakukan perawatan bangunan di Wang Fuk Court.
Ketiganya ditangkap atas dugaan pembunuhan tidak berencana. Superintendent Eileen Chung menyatakan, penangkapan ini didasarkan pada keyakinan bahwa pihak yang bertanggung jawab di perusahaan tersebut sangat lalai, termasuk dugaan menggunakan bahan yang tidak aman dan menyebabkan api menyebar tanpa terkendali.
Dalam penggeledahan, pihak berwenang menyita berbagai barang bukti penting, termasuk:
- Dokumen tender dan daftar karyawan
- 14 unit komputer
- Tiga unit telepon seluler
Kebakaran Paling Mematikan Sejak 1948, 279 Orang Masih Hilang
Dengan 94 korban tewas terkonfirmasi, tragedi ini kini tercatat sebagai kebakaran paling mematikan di Hong Kong sejak insiden gudang pada tahun 1948 yang menewaskan 176 orang. Data pemerintah menunjukkan 279 orang masih tercatat hilang, angka yang belum diperbarui sejak Kamis dini hari.
Di tengah duka, Paus Leo menyampaikan “solidaritas spiritual” kepada korban dan keluarga yang berduka melalui telegram yang dikirimkan kepada Uskup Hong Kong.
Kompleks Wang Fuk Court sendiri dihuni lebih dari 4.600 orang dalam 2.000 unit apartemen dan merupakan bagian dari skema kepemilikan rumah bersubsidi pemerintah sejak 1983.
Respons Pemerintah dan Bantuan untuk Warga Terdampak
Kepala Eksekutif Hong Kong, John Lee, telah mengumumkan pembentukan dana bantuan sebesar 300 juta dolar Hong Kong (sekitar US$39 juta) untuk warga yang terdampak. Sejumlah perusahaan besar, termasuk Xiaomi, Xpeng, Geely, serta yayasan amal Jack Ma dan Tencent, juga turut menyumbang.
Sementara penampungan resmi dibuka di delapan lokasi yang menampung sekitar 900 warga, banyak warga yang dievakuasi memilih tidur di dalam pusat perbelanjaan terdekat. Mereka beralasan ingin memberikan ruang di pusat evakuasi resmi bagi mereka yang lebih membutuhkan.
