Banjir Karawang Meluas: Kapolres Tinjau Desa Karangligar, Pastikan Layanan Kesehatan & Dapur Umum Siaga

KARAWANG Mediastara News – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Karawang sejak Kamis (22/1/2026) memperparah kondisi banjir di sejumlah titik. Wilayah terdampak paling parah dilaporkan berada di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, di mana ratusan rumah warga kini terendam luapan air.
Merespons situasi darurat tersebut, Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah, bersama Ketua Bhayangkari Cabang Karawang, Ny. Yulian Fiki, turun langsung ke lokasi bencana pada Jumat (23/1/2026) untuk memastikan penanganan pengungsi berjalan optimal.
Fokus Layanan Kesehatan: 800 Warga Mulai Terserang Penyakit Kulit
Dalam peninjauan tersebut, Kapolres menekankan bahwa keselamatan dan kesehatan warga adalah prioritas utama. Polres Karawang berkolaborasi dengan Dokkes Polda Jabar dan Puskesmas Wanakerta telah menyiagakan posko kesehatan terpadu.
“Hingga saat ini, lebih dari 800 warga terdampak telah menjalani pemeriksaan medis. Mayoritas keluhan yang masuk adalah penyakit kulit akibat kontak langsung dengan air banjir dalam waktu lama,” ujar AKBP Fiki N. Ardiansyah di lokasi pengungsian.
Fasilitas Water Treatment dan Dapur Umum Beroperasi
Selain pengecekan medis, Kapolres juga memastikan kebutuhan logistik dan air bersih bagi pengungsi tercukupi melalui fasilitas berikut:
- Dapur Umum: Menjamin distribusi makanan siap saji bagi warga yang tidak bisa memasak di rumah.
- Water Treatment: Penyediaan sarana penjernih air untuk memastikan ketersediaan air minum dan air bersih yang higienis.
- Bantuan Sembako: Penyaluran paket bahan pokok dari Bhayangkari untuk meringankan beban ekonomi keluarga terdampak.
Imbauan Keamanan dan Ketertiban
Meski kondisi air masih menggenang, Kapolres memastikan bahwa situasi di lokasi pengungsian maupun area pemukiman yang ditinggalkan warga terpantau aman dan kondusif. Anggota Polres Karawang disiagakan untuk melakukan patroli guna mencegah terjadinya tindak kriminalitas di rumah-rumah yang kosong ditinggal mengungsi.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan segera menuju posko terpadu jika debit air kembali meningkat secara signifikan.
