Browse By

Ketegangan Meningkat: Trump Peringatkan Ayatollah Khamenei Saat Kapal Induk AS Kepung Iran

WASHINGTON Mediastara News – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan peringatan keras kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Trump menegaskan bahwa Teheran seharusnya “sangat khawatir” seiring dengan peningkatan kekuatan militer Washington di dekat wilayah Iran, termasuk pengerahan kapal induk USS Abraham Lincoln.

Pernyataan ini muncul di tengah laporan intelijen mengenai rencana Iran membangun situs nuklir baru dan insiden jatuhnya drone Iran oleh jet tempur AS di Laut Arab.

Gertakan Trump: “Kami Akan Melakukan Hal Sangat Buruk”

Dalam wawancara dengan NBC News, Kamis (5/2/2026), Trump menekankan bahwa ia tidak akan membiarkan Iran melanjutkan ambisi nuklirnya, terutama setelah serangan AS terhadap situs nuklir Iran pada Juni lalu.

“Saya rasa dia (Khamenei) seharusnya sangat khawatir. Kami mengetahui mereka berpikir untuk memulai situs nuklir baru di bagian lain negara itu. Saya katakan, jika Anda melakukan itu, kami akan melakukan hal-hal yang sangat buruk kepada Anda,” tegas Trump.

Meski nada bicaranya mengancam, Trump juga mengonfirmasi adanya jalur diplomasi yang tetap terbuka. “Seperti yang Anda ketahui, mereka sedang bernegosiasi dengan kami,” imbuhnya.

Insiden Laut Arab: F-35C Tembak Jatuh Drone Shahed-139

Situasi di lapangan semakin memanas setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi jatuhnya sebuah drone Iran yang mendekati USS Abraham Lincoln secara agresif.

  • Detail Insiden: Drone jenis Shahed-139 mendekati kapal induk di perairan internasional, sekitar 800 km dari pantai selatan Iran.
  • Aksi Militer: Jet tempur siluman F-35C dikerahkan untuk menembak jatuh drone tersebut demi melindungi personel dan kapal induk.
  • Niat Agresi: Juru bicara CENTCOM, Tim Hawkins, menyatakan drone tersebut mengabaikan tindakan de-eskalasi dan terus terbang menuju kapal dengan niat yang tidak jelas.

Diplomasi di Tengah Ancaman: Pembicaraan Nuklir di Oman

Di balik eskalasi militer, kedua negara dijadwalkan bertemu di meja perundingan. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengonfirmasi bahwa pembicaraan nuklir dengan AS akan digelar di Muscat, Oman, pada Jumat pagi (6/2/2026).

Pertemuan di Muscat dianggap sebagai upaya terakhir untuk meredam ketegangan sebelum konfrontasi militer yang lebih luas terjadi. Pihak Iran sendiri belum memberikan komentar resmi terkait insiden drone Shahed-139 maupun ancaman terbaru dari Trump.