Browse By

Irak Tegaskan Tidak Akan Bergabung dalam Operasi Militer di Selat Hormuz

Ilustrasi – Kapal tanker melintas di Selat Hormuz, Iran.

BAGHDAD, Mediastara News. – Pemerintah Irak secara resmi menyatakan sikap politik luar negerinya untuk tetap menjaga jarak dari ketegangan militer di kawasan Teluk. Dalam pernyataan terbaru, otoritas Irak menegaskan bahwa mereka tidak akan bergabung dalam operasi militer internasional apa pun yang bertujuan untuk mengamankan atau melakukan intervensi di Selat Hormuz.

Langkah ini diambil guna mempertahankan stabilitas domestik dan menjaga hubungan baik dengan negara-negara tetangga, di tengah meningkatnya eskalasi keamanan di salah satu jalur perdagangan minyak terpenting di dunia tersebut.

Alasan di Balik Netralitas Irak

Keputusan Irak untuk tetap netral didorong oleh kekhawatiran bahwa keterlibatan militer hanya akan memperkeruh suasana. Selat Hormuz merupakan urat nadi ekonomi global, di mana sekitar seperlima dari total konsumsi minyak dunia melintasi jalur ini setiap harinya.

Berikut adalah beberapa faktor kunci yang melandasi posisi Irak:

  • Kedaulatan Wilayah: Irak memandang bahwa keamanan perairan kawasan seharusnya menjadi tanggung jawab negara-negara pesisir secara kolektif tanpa campur tangan kekuatan asing yang berlebihan.
  • Keseimbangan Diplomasi: Bagdad berupaya menjaga keseimbangan hubungan antara Iran di satu sisi dan aliansi Barat di sisi lain guna menghindari dampak proxy war di wilayahnya.
  • Stabilitas Ekonomi: Sebagai negara pengekspor minyak, gangguan apa pun di Selat Hormuz akan berdampak langsung pada pendapatan negara Irak.

Signifikansi Strategis Selat Hormuz bagi Pasar Energi

Selat Hormuz adalah jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Secara geografis, titik tersempit jalur ini hanya berkisar 33 kilometer, namun peranannya sangat vital bagi pengiriman energi global.

Fakta Selat HormuzDetail Informasi
Volume MinyakLebih dari 20 juta barel per hari (bph).
Komoditas UtamaMinyak mentah, kondensat, dan LNG (Liquefied Natural Gas).
Eksportir UtamaArab Saudi, Irak, UEA, Kuwait, dan Qatar.

Dampak bagi Keamanan Kawasan di Tahun 2026

Penolakan Irak untuk terlibat dalam operasi militer di Selat Hormuz menunjukkan pergeseran paradigma diplomasi di Timur Tengah. Irak kini lebih memilih peran sebagai mediator ketimbang menjadi bagian dari aliansi militer tertentu.

“Posisi kami jelas: Irak mendukung upaya damai dan dialog untuk memastikan kebebasan navigasi internasional tetap terjaga tanpa harus memicu konfrontasi bersenjata,” ujar juru bicara pemerintah dalam pernyataan resmi yang dikutip pada Senin (23/03/2026).

Keputusan ini juga disambut baik oleh para analis internasional yang menilai bahwa sikap “menahan diri” dari negara sebesar Irak dapat membantu menurunkan suhu politik di Teluk Persia, yang sering kali berada di ambang konflik terbuka.