Browse By

Analisis Khabib Nurmagomedov: Mengapa Umar Gagal Menang KO atas Figueiredo di UFC 324?

LAS VEGAS Medistara News – Kemenangan dominan Umar Nurmagomedov atas mantan juara kelas terbang, Deiveson Figueiredo, di ajang UFC 324 akhir Januari lalu menyisakan diskusi hangat. Meski menang angka mutlak, banyak pihak mempertanyakan mengapa “Si Elang Muda” tidak mampu mengakhiri laga lebih cepat lewat kuncian atau KO.

Menanggapi hal tersebut, sang mentor sekaligus legenda UFC, Khabib Nurmagomedov, angkat bicara mengenai jalannya laga tiga ronde tersebut.

Figueiredo Bermain Terlalu Aman

Khabib yang hadir langsung di sudut (corner) Umar mengungkapkan bahwa profil Figueiredo sebagai mantan juara dunia menjadikannya lawan yang sangat alot. Namun, ada faktor teknis lain yang membuat Umar sulit mendapatkan finish.

“Dia (Figueiredo) adalah lawan yang sulit dikalahkan. Namanya besar dan dia memiliki mentalitas juara,” ujar Khabib. “Namun saat saya di corner, terlihat jelas bahwa dia tidak mau mengambil inisiatif dan hanya bermain aman.”

Khabib menekankan bahwa gaya bertarung defensif dan “ogah-ogahan” untuk bertukar serangan membuat skema kuncian maupun serangan telak sulit dieksekusi.

“Sulit untuk meng-finish petarung yang tidak mau bertarung dan hanya fokus pada pertahanan,” imbuh Khabib.

Hambatan Menuju Sabuk Juara: Faktor Sean O’Malley

Meski Umar sukses menjaga rekor tak terkalahkan, jalan menuju perebutan gelar kelas Bantam masih terjal. Mantan juara, TJ Dillashaw, memberikan opini pedas terkait posisi Umar di mata UFC.

Dillashaw menilai UFC kemungkinan besar akan lebih memprioritaskan bintang besar seperti Sean O’Malley untuk maju ke laga perebutan gelar berikutnya.

“Umar butuh beberapa kemenangan lagi, dan kemenangan itu harus impresif,” tukas Dillashaw. “Kita semua tahu O’Malley akan mendapatkan duel besar karena nama besarnya. Dalam hal ketenaran, Umar masih kalah jauh dari O’Malley.”

Peta Persaingan Kelas Bantam Setelah UFC 324

Kemenangan Umar atas Figueiredo sebenarnya sudah cukup membuktikan bahwa ia layak berada di jajaran elit. Namun, politik promosi UFC seringkali lebih memihak pada petarung yang memiliki nilai jual (PPV seller) tinggi seperti Sean O’Malley.

Kini, tim Nurmagomedov harus menyusun strategi baru agar performa Umar di laga berikutnya tidak hanya dominan secara teknis, tetapi juga mampu memberikan “ledakan” yang diinginkan para petinggi UFC demi mempercepat jatah title shot.