Browse By

Strategi Community Policing: Kunci Sespimma Polri Atasi Masalah Geng Motor

Sespimma Polri Angkatan ke-75 tahun 2026, FGD strategi community policing

GARUT, Mediastara – Upaya menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) kini memasuki babak baru. Kelompok Belajar (Pokjar) IV Sekolah Staf dan Pimpinan Pertama (Sespimma) Polri Angkatan ke-75 tahun 2026 secara progresif memperkuat strategi community policing untuk meminimalisir tindak kriminalitas yang melibatkan kelompok bermotor di wilayah Kabupaten Garut.

Langkah strategis ini diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Optimalisasi Pembinaan Kelompok Bermotor” yang digelar di Mapolres Garut, Selasa (19/5/2026). Diskusi ini menjadi wadah kolaborasi antara Polri, Forkopimda, tokoh masyarakat, hingga perwakilan ormas motor seperti XTC, Moonraker, Brigez, dan GBR.

Serdik Sespimma Lemdiklat Polri, Satria Anggara, saat menyerahkan Sembako

Serdik Sespimma Lemdiklat Polri, Satria Anggara, menjelaskan bahwa fenomena geng motor berakar dari kebutuhan aktualisasi diri generasi muda. Meskipun banyak kelompok kini telah bertransformasi menjadi organisasi masyarakat (ormas) legal, potensi kriminalitas jalanan tetap menjadi tantangan serius, terutama yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba.

“Nah yang kedua, irisan antaran kelompok (bermotor) usia muda dengan ancaman bahaya narkoba. Banyak kejahatan di jalanan berawal dari penyalahgunaan narkoba dan minuman keras,” beber Satria.

Menanggapi problematika tersebut, Sespimma Polri menekankan pentingnya sinergi lintas instansi. Pembinaan tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian, melainkan harus melibatkan Dinas Pendidikan, Kesbangpol, LSM, hingga masyarakat luas.

“Diskusi tersebut menegaskan urgensi perumusan kebijakan yang tidak hanya menitikberatkan pada penegakan hukum represif, tetapi juga strategi preventif dan preemtif yang holistik, termasuk integrasi sosial dan penciptaan lapangan kerja,” tambahnya.

Kegiatan Donor Darah Sespimma Lemdiklat Polri 2026

Pendekatan yang diusung pun lebih humanis, yakni mengedepankan Keadilan Restoratif bagi Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH). Menurut Satria, community policing menjadi kunci utama dalam membangun kemitraan yang sejajar antara petugas kepolisian dengan masyarakat.

“Dalam mewujudkan Harkamtibmas yang berkesinambungan, Polri mengadopsi model Pemolisian Masyarakat atau Komunitas (Community Policing). Yakni menekankan kemitraan yang sejajar antara petugas kepolisian dengan masyarakat dan instansi sipil guna memecahkan masalah kamtibmas ini,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pendekatan emosional harus disesuaikan dengan psikologi usia muda agar pembinaan lebih efektif. Selain diskusi, rangkaian Praktek Kerja Profesi (PKP) ini juga diisi dengan bakti sosial.

“Pendekatan emosional menjadi kunci. Pendekatan dan pola pembinaan kelompok harus disesuaikan dengan psikologi usia muda,” tambah Satria.

Dalam aksi kemanusiaan tersebut, Sespimma Polri berhasil mengumpulkan 100 kantong darah dan menanam 100 bibit pohon. “Alhamdulillah terkumpul 100 kantong darah dari elemen serdik, anggota polres, komunitas premotor, ormas di Kabupaten Garut,” pungkas Satria.

powered by rims digitech