Browse By

Rekor Global! Utang Dunia Tembus USD110,9 Triliun, Ini 8 Negara dengan Utang Tertinggi 2026

LONDONMediastara News – Dunia tengah menghadapi lonjakan beban finansial yang belum pernah terjadi sebelumnya. Berdasarkan laporan terbaru Dana Moneter Internasional (IMF) dalam World Economic Outlook per Oktober 2025, total utang pemerintah global telah mencetak rekor baru dengan angka menembus USD110,9 triliun pada awal tahun 2026.

Meskipun hampir seluruh negara di dunia memiliki utang publik, beban terbesar didominasi oleh negara-negara dengan ekonomi raksasa. Lonjakan ini dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari defisit fiskal yang berkelanjutan hingga tingginya suku bunga global.

Dominasi Ekonomi Besar dalam Lanskap Utang Dunia

Mengutip data dari India Times dan Visual Capitalist, berikut adalah daftar 8 negara dengan utang pemerintah bruto tertinggi dalam nilai absolut dolar AS per Januari 2026:

1. Amerika Serikat (USD38,27 Triliun)

Amerika Serikat masih mengukuhkan posisinya sebagai peminjam terbesar di dunia, menyumbang lebih dari sepertiga total utang publik global. Tahun lalu saja, AS menambah utang sebesar USD2,9 triliun akibat defisit anggaran dan kewajiban pengeluaran jangka panjang. Menariknya, status Dolar AS sebagai mata uang cadangan dunia membuat AS tetap mampu meminjam dengan suku bunga yang kompetitif.

2. China (USD18,68 Triliun)

Tiongkok menempati urutan kedua dengan pertumbuhan utang tahunan tercepat di dunia mencapai 13,6%. Penambahan USD2,2 triliun dalam setahun terakhir didorong oleh investasi besar-besaran negara untuk stabilisasi ekonomi dan pendanaan pemerintah daerah.

3. Jepang (USD9,83 Triliun)

Jepang menjadi kasus unik dalam ekonomi global. Meski secara absolut berada di posisi ketiga, rasio utang terhadap PDB-nya mencapai 230%—tertinggi di antara negara maju. Namun, pertumbuhan utang Jepang pada 2025 tergolong moderat, hanya naik sekitar 2%.

4. Inggris (USD4,09 Triliun)

Setelah bertahun-tahun melakukan ekspansi fiskal dan pinjaman besar selama era pandemi, utang Inggris kini melampaui angka USD4 triliun. Meskipun ada upaya pemangkasan, jumlah pinjaman saat ini masih tercatat lebih tinggi dibandingkan periode sejarah sebelumnya.

5. Prancis (USD3,92 Triliun)

Prancis menanggung beban utang besar akibat pengeluaran struktural yang tinggi, terutama pada sektor pensiun, layanan kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Pertumbuhan ekonomi yang lambat membuat posisi utang Prancis tetap berada di level kritis di Eropa.

6. Italia (USD3,48 Triliun)

Warisan pinjaman tinggi selama puluhan tahun menempatkan Italia di posisi keenam. Meski akumulasi utangnya mulai melambat, Italia tetap menjadi salah satu negara dengan beban terberat di zona Euro.

7. India (USD3,36 Triliun)

India memiliki utang USD3,36 triliun. Namun, para analis melihat angka ini masih dalam batas wajar karena status India sebagai ekonomi utama dengan pertumbuhan paling cepat di dunia saat ini.

8. Jerman (USD3,23 Triliun)

Dikenal dengan disiplin fiskal yang ketat, Jerman tetap masuk dalam daftar karena skala ekonominya yang masif. Peningkatan utang baru-baru ini dipicu oleh subsidi energi dan langkah-langkah dukungan ekonomi di tengah krisis geopolitik Eropa.