Update Longsor Cisarua Bandung Barat: Satu Keluarga Tertimbun di Pasir Kuda, Evakuasi Fokus di RW 10

BANDUNG BARAT Mediastara News – Memasuki hari kedua pencarian, Minggu (25/1/2026), tim SAR gabungan terus berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi korban tanah longsor di Dusun Pasir Kuda, Desa Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Isak tangis keluarga mewarnai lokasi kejadian saat proses pencarian dikonsentrasikan pada satu titik rumah yang tertimbun material tanah.
Bencana yang terjadi secara mendadak ini menyisakan duka mendalam, terutama bagi Abah, salah satu warga setempat yang kehilangan kontak dengan empat anggota keluarga intinya saat kejadian berlangsung.
Fokus Pencarian di Titik Nol RW 10 Pasir Kuda
Hingga Minggu siang, petugas dari Basarnas, BPBD KBB, TNI, dan Polri memusatkan pencarian di wilayah RW 10 RT 01, Dusun Pasir Kuda. Berdasarkan data laporan warga, satu unit rumah teridentifikasi tertimbun total dengan empat orang penghuni di dalamnya yang diduga kuat masih terjebak.
Adapun identitas empat korban yang dalam pencarian tersebut adalah:
- Pasangan Suami Istri (Pemilik rumah).
- Anak Perempuan (Baru lulus SMA).
- Anak Perempuan (Usia 9 tahun).
Abah menuturkan bahwa kemungkinan besar para korban sedang terlelap saat longsor menerjang, mengingat kejadian yang berlangsung sangat cepat di tengah guyuran hujan lebat.
Kendala Evakuasi: Medan Curam dan Tanah Labil
Proses evakuasi di wilayah Cisarua, Bandung Barat, menghadapi tantangan yang cukup berat. Karakteristik medan yang curam dan kondisi tanah yang masih labil menjadi hambatan utama bagi petugas di lapangan.
“Kami harus ekstra waspada. Selain fokus mencari korban, keselamatan tim evakuasi juga menjadi prioritas karena adanya potensi longsor susulan, terutama jika hujan kembali turun sore ini,” ujar salah satu koordinator lapangan di posko SAR.
Imbauan Kesiapsiagaan bagi Warga Sekitar
Mengingat Januari merupakan puncak musim hujan, BPBD mengimbau warga di area rawan longsor untuk memperhatikan tanda-tanda alam sebagai langkah antisipasi:
- Pantau Pergerakan Tanah: Segera menjauh jika muncul retakan baru di tanah atau dinding rumah.
- Perubahan Kualitas Air: Waspadai jika air sumur tiba-tiba menjadi keruh secara mendadak, karena bisa menjadi indikasi adanya pergeseran lapisan tanah bawah.
- Informasi Satu Pintu: Masyarakat diminta hanya mempercayai informasi resmi dari posko utama Basarnas atau BPBD guna menghindari kesimpangsiuran data korban. (iyan)
